Minggu, 12 Juni 2011

MANFAAT SILABUS DAN RPP DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

MANFAAT SILABUS DAN RPP DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

FAHRIA AFSINDIR

ABSTRAK
Syllabus as a reference for the development of rpp cantais the indentity of subjects or themes lesson,SK, KD ,learning materials, learning activities ,indicators of competencies,assessment,allocation of tme,and learning resources. RPP is derived from the syllabus to guide learners”learning activities in an effort to reach KD.every teacher in the educational unit is obliged to compile a complete and systematic lesson plans for learning take place in an interactive,inspiring,exciting,challenging,motivating learners to actively participate and provide enough space for innovation,creativity,and independence according to their talents,interests,and physical and psychologinal development of learners.
Key word: Silabus dan RPP
A.  PENDAHULUAN
1.Latar belakang
Silabus merupakan seperakat rencana serta pengaturan pelaksanan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yng saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kopentensi dasar(Yulaelawati,2004:123)
Penjebaran lebih lanjut  dari standar kompentensi,kompentensi dasar,dan pokok-pokok uraian materi yang harus di pelajari siswa ke dalam rincian kegiatan  dan strategi pembelajaran, kegiatan dan strategi penilaian, dan alokasi waktu permata pelajaran persatuan pendidikan dan perkelas.
Silabus di susun berdasarkan standar isi, yang di dalamnya berisikan identitas mata pelajaran, standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran indicator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut.
Istilah silabus di gunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD yang ingin di capai, dan materi pokok serta uraian materi yang perlu di pelajarai peserta didik dalam rangka mencapai SK dan KD. Seperti di ketahui, dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, terlebih dahulu di tentukan SK yang berisikan kebulatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang ingin di capai, materi yang harus di pelajarai, pngalaman belajar yang harus di lakukan, dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian sK.
Dengan kata lain, pengembangan kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan (1) apa yang akan di ajarkan (SK, KD, dan materi pembelajaran): (2) bagamana cara melaksanakan kegiatan pembelajaran, metode, media : (3) bagaimana dapat di ketahui  bahwa SK dan KD telah tercapai (indicator dan penilaian).
Silabus adalah rencana pembelajaran pad suatu atau kelompok mata pelajaran yang mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi wakltu, dan sumber belajar.
Silabus bermanafaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti pembuatan rencana pembelajran, pengelolaan kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem penilaian. Silbus merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran baik rencana pembelajaran untuk satu SK maupun satu KD. Silabus juga bermanfaan sebagai pedoman untuk merencanakan pengelolaan kegiatan pembelajaran, misalnya kegiatan belajar secara klasiukal,  kelompok kecil, atau pembelajaran secara individual. Demikian pula, silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem penilaian. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompotensi sistem penilaian selalu mencakup pada SK, KD, dan indicator yang terdapat dalam silabus.
RPP adalah rancana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompotensi dasar yang di tetapkan dalam standar isi dan telah di jabarkan dalam silabus. Lingkup rencana pembelajaran paling luas mencakup satu kompotensi dasar yang terdiri atas beberapa indicator untuk satu kali pertemuan atau lebih. Kebulatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang ingin di capai, materi yang harus di pelajari, p ngalaman belajar yang harus di lakukan dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian SK.

a.       Isi Silabus
Berkenan dengan komponen silabus lebih rinci di kemukakan oleh Nurhadi (2004: 142) bahwa silabus  berisi uraian program yang mencantumkan:
1.      Bidang studi yang di ajarkan
2.      Tingkat sekolah dan semester
3.      Pengelompokan komptensi dasar
4.      Materi pokok
5.      Indicator
6.      Strategi pembelajaran
7.      Alokasi waktu
8.      Bahan atau alat serta media.

b.      Manfaat Silabus
1.      Pedoman bagi pengembangan pembelajaran lebih lanjut:
2.      Pembuatan  rencana satuan pembelajaran
3.      Pengelolaan kegiatan pembelajaran
4.      Penyediaan sumber belajar
5.      Pengembangan sistem penilaian




c.       Sistem Pengembangan Silabus

1.      Ilmiah
·        Materi pembelajaran yang di berikan  dalam silabus harus memenuhi kebenaran secara ilmiah.

2.      Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa
·        Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian  materi dalam silabus di sesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologi siswa.

3.      Sistematis
·        Silabus di anggap sebagai suatu sistem sesuai konsep dan prinsip sistem, penyusunan silabus di lakukan secara sistematis, sejalan dengan pendekatan sistem atau langkah-langkah pemecahan masalah.

4.      Relevansi, konsitensi, dan kecakupan.
·        Dalam penyusunan silabus di harapkan adanya kesesuaian, keterakaitan, konsitensi, dan kecakupan antara standar kompotensi, kompetensi dasar, materi  pokok, pengalaman belajar, sistem penilaian dan sumber bahan (DEPDIKNAS, 2004:11)

d.      Prosedur pengembangan
1.      Persiapan-Nets atau dognostik analisis
2.      Penyusunan silabus-Desin
3.      Perbaikan-validation
4.      Pemantapan-pengesahan
5.      Pelaksanaan-implementation
6.      Penilaian-monev

Landasan  RPP perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar PP  No 19 Tahun 2005 pasal  20.
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK,KD materi pembelajaran, kegiatan pembelaajaran, induikator pencapaian kompotensi  dan sumber belajar dalam satu kautuhan pengalaman belajar.  RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaraan tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas asapek belajar, dan keragaman budayah.
2. Masalah Atau Topik Bahasan
a. Apa itu silabus ?
b. Apa itu RPP ?

3. Tujuan
Untuk mempermudah guru dalam  hal proses belajar mengajar

B.     PEMBAHASAN
1.      Silabus
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untu mencapai penguasaan kompotensi dasar.
Istilah silabus di gunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan  kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD yang ingin di capai. Dan materi pokok serta  uraian materi yang perlu di pelajari pesert didik  dalam rangka mencapai SK dan KD. Seperti di kathui, dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, terlebih dahulu di tentukan SK yang berisikan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, krativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.
RPP di susun untuk setiap KD yang dapat di laksnakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang pengalaan RPPP untuk setiap pertemuan yang di sesuaikan dengan penjadwalaan di satuan pendidikan.

a.       Prinsip-prinsip pengembangan RPP
1.      Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2.      Mendorong partisipasi  aktif peserta didik
3.      Mengembangkan budayah membaca  dan menulis proses pembelajaran
4.      Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
5.      Keterkaitan dan keterpaduan
6.      Menerapkan  teknologi  informasi dan komonikasi.

b.      Tujuan dan  manfaat
1.      Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompotensi dasar dan indicator
2.      Meberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek
3.      Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem, member pengaruh terhadap pengembangan individu siswa
4.      Karena di rancang secara matang sebelum pembelajaran, berakibat terhadap nurturan effects.
c.       Prinsip penyusunan
1.      Spesifik
2.      Operasional
3.      Sistematis
4.      Jangka pendek (1-3 kali pertemuan)


d.      Langkah-langkah penysunan RPP
1.      Mengisi kolom identitas
2.      Menentukan alokasi waktu yang di butuhkan untuk pertemuan yang telah di tetapkan
3.      Menetukan SK, KD, dan indicator yang akan di gunakan (terdapat pada silabus yang telah di susun)
4.      Merumusukan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan indicator yang telah di tentukan
5.      Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus.
6.      Menentukan metode pembelajaran yang akan di gunakan
7.       Menentukan langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal, inti, dan akhir.
8.      Menetukan alat/  bahan/sumber belajar
9.      Menyusun criteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik pennskoran, dll

C.     PENUTUP
a.       Kesimpilan
Berdasarkan pembahasan si atas maka dapat di tarik kesimpulan:
1.      RPP di susun untuk setiap KD yang dapat di laksanakan dalam satu pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalang RPP untuk setiap pertemuan yang di sesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
2.      Istilah silabus di gunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih laanjut dari SK dan KD yang ingin dicapai, dan materi pokok serta uraian mateeri yang perlu di pelajari peserta didik dalam rangka mencapai SK dan KD. Seperti di ketahui, dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, sikap, dan keterampilan yang ingin di capai, materi yang harus di pelajari, pengalaman belajar yang harus di lakukan, dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian SK.
                                               


DAFTAR PUSTAKA
Deskripsi-rencana-pelaksanaan, http:// Apadefenisinya.Blogspot.com/2009/01/deskripsi-rencana-pelaksnaan. Html
Pengertian-silabus, http:// blog.ub.ac.id./elmarjuki/2010/12/13/pengertian-silabus

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
                                                            FAHRIA AFSINDIR              
ABSTRAK
Learning has a similar understanding of teaching, despite having different connotations. In the context of education, teachers teach so that students can learn and master the content of lessons to achieve a specified objective (cognitive aspect), also can influence changes in attitude (affective aspect), and skills (psychomotor aspects) someone learners
Management and learning can be distinguished but has the same function. Management of more powerful colleagues on aspects of the arrangement (management) learning environment, while learning (intruction) more strongly related to aspects of managing or processing the learning material. At the end of the second event, both done in order to achieve the same goal of learning objectives.
Keyword: Management Learning




A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan,  guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja.
Menurut Harsoyo (1977:121) pengelolaan adalah suatu istilah yang berasal dari kata “kelola” mengandung arti serangkaian usaha yang bertujuan untuk mengali dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya. 
Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pengelolaan adalah suatu rangkaian kegiatan yang berintikan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang bertujuan menggali dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. 
 SimBaca secara fonetikPengelolaan Pembelajaran merupakan proses untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan proses panjang yang dimulai dengan perencanaan, pengorganisasian dan penilaian. Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapai, waktu dan personel yang diperlukan. Sedang pengorganisasian merupakan pembagian tugas kepada personel yang terlibat dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran, pengkoordinasian, pengarahan dan pemantauan. Evaluasi sebagai proses dilaksanakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang telah dicanangkan, faktor pendukung dan penghambatnya.
2.      masalahmasalah atau topik bahasan
adapun masalah atau topik bahasannya yaitu:
1)     bagaimana pengertian dari pengelolaan pembelajaran ?
2)     apa sajakah metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran ?
3)     bagaiman tahap-tahap dalam pengelolaan program pembelajaran ?
3.      Tujuanadapun
1)     Agar dapat mengetahui tentang pengelolaan pembelajaran.
2)     Agar dapat mengetahui tahap-tahap pengelolaan program pembelajaran.



B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian pembelajaran
Pengelolaan pembelajaran merupakan suatu tindakan yang dilakukan guru dalam mempersiapkan proses pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Dalam pengelolaan pembelajaran terdapat tahapantahapan yang harus dilalui oleh seorang guru, antara lain : perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Pada tahap perencanaan ini seorang guru merumuskan hal-hal penting yang harus dimiliki oleh siswa, terutama yang menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, metode yang tepat untuk pembelajaran, serta target yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai yang telah direncanakan. Dan untuk mengetahui data pembuktian sejauh mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan kurikuler, diadakan evaluasi pembelajaran.
Pengelolaan Pembelajaran merupakan proses untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan proses panjang yang dimulai dengan perencanaan, pengorganisasian dan penilaian. Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapai, waktu dan personel yang diperlukan. Sedang pengorganisasian merupakan pembagian tugas kepada personel yang terlibat dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran, pengkoordinasian, pengarahan dan pemantauan. Evaluasi sebagai proses dilaksanakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan yang telah dicanangkan, faktor pendukung dan penghambatnya.
2.      Metode yang digunakan dalam pembelajaran
Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
a.      Metode ceramah.
Dalam metode ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru umumnya didominasi dengan cara ceramah. Dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (TIK), ada beberapa motode yang umum digunakan, diantaranya adalah :
·        Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.
·        Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah. Jika metoda ini dikelola dengan baik, antusiasme siswa untuk terlibat dalam forum ini sangat tinggi. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus ada pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik, peserta diskusi dapat menerima dan memberi, dan suasana diskusi tanpa tekanan.
·        Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda. Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran, maka: 1) tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa, 2) hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh siswa dari satu kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang bersangkutan, serta 3) di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat.

·        Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Di dalam TIK, percobaan banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan.
Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau kelompok. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna percobaan atau jumlah alat yang tersedia. Percobaan ini dapat dilakukan dengan demonstrasi, bila alat yang tersedia hanya satu atau dua perangkat saja.
·        Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan. Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa.
·        Metode Tutorial/Bimbingan
Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok. Peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya
Penyelenggaraan metoda tutorial dapat dilakukan seperti contoh berikut ini:
Ø  Misalkan sebuah kelas dalam bahan ajar Pengerjaan Kayu 2, jam pelajaran pertama digunakan dalam bentuk kegiatan klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang teori dan prinsip.
Ø  Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas pokok bahasan yang berbeda, selanjutnya dilakukan rotasi antar kelompok.
Ø  Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan tugas-tugas, guru berkeliling diantara para siswa, mendengar, menjelaskan teori, dan membimbing mereka untuk memecahkan problemanya.
Ø  Dengan bantuan guru, para siswa memperoleh kebiasaan tentang bagaimana mencari informasi yang diperlukan, belajar sendiri dan berfikir sendiri.


3.      TAHAP PENGELOLAAN  PROGRAM PEMBELAJARAN
Tahapan pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam diklat dapat dilakukan sebagai berikut:
a.      Perencanaan
Perencanaan meliputi :
a)     Menetapkan apa yang mau dilakukan, kapan dan bagaimana cara melakukannya;
b)     Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target;
c)     Mengembangkan alternatif-alternatif;
d)     Megumpulkan dan menganalisis informasi;
e)     Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan. (Abu Ahmadi-Joko Tri Prasetya: 32)

b.      Pengorganisasian
Pengorganisasian, meliputi:
a)     Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja;
b)     Pengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur;
c)     Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi;
d)     Memutuskan dan menetapkan metode dan prosedur;
e)     Memilih, mengadakan pelatihan dan pendidikan tenaga kerja serta mencari sumber-sumber lain yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
c.      Pengarahan
Pengarahan meliputi:
a)     Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci;
b)     Memprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan rencana dan pengambilan keputusan;
c)     Mengeluarkan instruksi–instruksi yang spesifik;
d)     Membimbing, memotivasi dan melakukan supervisi.
d.      Pengawasan
Pengawasan meliputi:
a)     Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada rencana;
b)     Melaporkan penyimpangan untuk tindakan koreksi dan merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saran;
c)     Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan.




C.    PENUTUP
1.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa: dalam proses belajar mengajar mempunyai metode, metode yang digunakan yaitu : metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pembrian tugas, eksperimen demonstrasi, tutoria/bimbingan dan lain sebagainya. 
2.      Pendapat penulis.
Pengolongan pembelajaran yaitu suatu rangkaian kegiatan interaksi antara peserta didik dengan pendidik/guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar, yang dimana suatu rangkaian kegiatan itu untuk mencapai tujuan pembelajaran.






DAFTAR PUSTAKA
http://typecat.com/pdf/skripsi-teknik-pengelolaan-kelas-pai.html
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/24/pengelolaan-kelas/