HEWAN DAN LINGKUNGAN
Faktor lingkungan yang berpengaruh pada kehidupan hewan dibedakan atas kondisi dan sumberdaya. Sumberdaya terdiri atas:
- Materi adalah bahan-bahan atau zat yang diperlukan oleh organisme untuk membangun tubuh. Materi terdiri atas; zat-zat anorganik (air, garam-garam mineral) dan zat-zat organic (tubuh organisme lain atau sisa-sisa tubuh organisme yang sudah mati).
- Energi adalah daya yang diperlukan oleh organisme untuk melakukan aktivitas hidup.
Ruang adalah tempat yang digunakan organisme untuk menjalankan siklus hidupnya. Hewan
dan organisme lain mempunyai hubungan yang saling ketergantungan dengan
lingkungannya, sehingga timbullah hubungan timbal balik antara
keduanya. Hubungan timbal balik tersebut meliputi; Aksi, Reaksi dan
Koasi. Lingkungan abiotik hewan meliputi faktor-faktor Medium dan Substrat.- Medium adalah bahan yang secara langsung melingkupi organisme dan organisme tersebut berinteraksi dengan medium, seperti; Ikan menerima zat-zat mineral dari air, sebaliknya air menerima kotoran ikan dalam air. Bagi beberapa jenis hewan, medium merupakan habitatnya. Setiap medium berbeda komposisi merambatkan panas, sifat perubahnya sebagai akibat perubahan suhu, tegangan permukaan kekentalan,massa jenis dan tekanan.
- Substrat adalah permukaan tempat organisme hidup, terutama untuk menetap atau bergerak, atau benda-benda padat tempat organisme menjalankan seluruh atau sebagian hidupnya. Setiap organisme memerlukan medium, tetapi tidak semua mempunyai substrat. Hewan air yang bersifat pelagic (berenang) tidak mempunyai substrat. Medium juga tidak berubah sebagai akibat adanya aktifitas organisme. Substrat mengalami modifikasi oleh aktivitas organisme, misalnya tanahpadang rumput yang gembur menjadi padat jika digunakan untuk gembala kambing atau kerbau terus menerus. Substrat sebagai tempat berpijak, membangun rumah atau kandang dan tempat makanan. Beberapa hewan menggunakan substrat sebagai tempat berlindung, karena warna substrat sama dengan warna tubuhnya, misalnya; bunglon dan belalang kayu.
Beberapa faktor fisik yang berpengaruh pada kehidupan hewan adalah
Tanah
Tanah merupakan substrat bagi tumbuhan
untuk tumbuh, merupakan medium untuk pertumbuhan akar dan untuk menyerap
air dan unsure-unsur hara makanan. Bagi hewan tanah adalah substrat
sebagai tempat berpijak dan tempat tinggal, kecuali hewan yang hidup di
dalam tanah. Kondisi tanah yang berpengaruh terhadap hewan tersebut
adalah kekerasannya.
Faktor dalam tanah yang mempengaruhi
kehidupan hewan tanah antara lain kandungan air (drainase), kandungan
udara (aerase), suhu, kelembaban serta sisa-sisa tubuh tumbuhan yang
telah lapuk. Jika tanah banyak mengandung air maka oksigen di dalam
tanah akan berkurang dan karbondioksidanya akan meningkat. Air juga
menyebabkan tanah menjadi cepat asam, karena eir mempercepat pembusukan.
Kurangnya oksigen menyebabkan gangguan pernapasan , dan zat-zat yang
bersifat asam dapat meracuni hewan. Tanah yang terlalu kering
menyebabkan hewan dalam tanah tidak dapat mengekstrak air secara normal.
Kandungan karbondioksida dalam tanah lebih banyak daripada di atmosfir.
Jika tanah banyak mengandung rongga pertukaran udara antar tanah dengan
atmosfir menjadi lancar, karbondioksida dapat keluar sementara oksigen
masuk.Rongga-rongga tanah dapat diperbanyak jika dalam tanah tersebut
banyak hewan penggali tanahseperti cacing tanah dan anjing tanah.
Air
Air sangat menentukan kondisi lingkungan
fisik dan biologis hewan. Perwujudan air dapat berpengaruh terahadap
hewan. Misalnya jika air dalam tubuh hewan akan berubah menjadi dingin
atau membeku karena penurunan suhu lingkungan, menyebabkan sel dan
jaringan tubuh akan rusak dan metabolosme tidak akan bejalan noremal,
sebaliknya penguapan air yangb berlebihan dari dalam tubuh hewan
menyebabkan tubuh kekeurangan air.Hewan dapat dibedakan atas 3 kelompok
ditinjau dari pengaruh air, yaitu; Hidrosol ( Hydrosoles) atau hewan air, Mesosol (Mesocoles), hewan yang hidup di tempat yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering dan Xeroso ( Xerosole), hewan yang hidup di tempat yang kering karena tingginya penguapan.
Penyebaran dan kepadatan hewan air di
lingkungan air ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan osmotic dalam
tubuhnya dan berhubungan dengan kemampuannya untuk bertoleransi dengan
salinitas air.
Temperatur
Temperatur merupakan faktor lingkungan
yang dapt menembus dan menyebar ke berbagai tempat. Temperatur dapat
berpengaruh terhadap hewan dalam proses reproduksi, metabolisme serta
aktivitas hidup lainnya. Suhu optimum adalah batas suhu yang dapat
ditolerir oleh hewan, lewat atau kurang dari suhu tersebut menyebabkan
hewan terganggu bahkan menuju kematian karena tidk tahan terhadap suhu.
Cahaya
Cahaya dapat mempengaruhi hewan, misalnya warna tubuh, gerakan hewan dan tingkah laku.
Gravitasi
Pengaruh gravitasi dirasakan oleh hewan
jika hewan sedang berpijak pada substrat yang horizontal.Hewan yang
berdiri di suatu bidang yang miring atau tegak, berenang di air dan
terbang di udara merasakan adanya pengaruh gravitasi bumi. Gravitasi
juga berpengaruh pada perbedaan tekanan air dan udara.
Gelombang Arus dan Angin
Kehidupan hewan juga
dipengaruhi oleh arus dan angina. Hewan yang hidup di lingkungan air
mengalir menghadapi resiko hanyut karena adanya aliran dan arus air.
Demikian dengan hewan yang hidup di darat dan udara menghadapi arus
angina. Namun demikian arus air dan angina yang normal sangat
berpengaruh positif terhadap hewann, karena air dan angina dapat
membantu sebagian aktivitas hewan.
pH
Pengaruh pH terhadap organisme terjadi
melalui 3 cara, yaitu; 1) secara langsung, mengganggu osmoregulasi,
kerja enzim dan pertukaran gas di respirasi, 2) tidak langsung,
mengurangi kualitas makanan yang tersedia bagi organisme, 3)
meningkatkan konsentarasi racun logam berat terutama ion AI. Di
lingkungan daratan dan perairan, pH menjadi faktor yang sangat
berpengaruh terhadap kehidupan dan penyebaran organisme. Toleransi hewan
yang hidup di lingkungan air umumnya pHnya bervartiasi.
Salinitas
Salinitas adalah kondisi lingkungan yang
menyangkut konsentrasi garam di lingkungan perairan dan air yang
terkandung di dalam tanah. Di lingkungan perairan tawar, air cenderung
meresap ke dalam tubuh hewan karena salinitasi air lebih renadah
daripada cairan tubuh. Hewan yang bhidup di phabitat laut umumnya
bersifat isotonic terhadap salinitas air laut sehingga tidak ada
peresapan air ke dalam tubuh hewan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar