Rabu, 27 Juni 2012

RULENG DAN HABITAT

RULENG DAN HABITAT




Pengertian Relung

Istilah relung diluar bidang ekologi praktis tidak dikenal. Hal ini dikarenakankonsep relung ekologi relatif baru. Secara umum dapat dikatakan bahwa relung ekologimerupakan suatu konsep abstrak mengenai keseluruhan persyaratan hidup dan interaksiorganisme dalam habitatnya. Dalam hal ini habitat merupakan penyedia berbagai kondisi dansumberdaya yang dapat digunakan oleh organisme sesuai dengan persyaratan hidupnya

Pengertian Relung
Istilah relung diluar bidang ekologi praktis tidak dikenal. Hal ini dikarenakankonsep relung ekologi relatif baru. Secara umum dapat dikatakan bahwa relung ekologimerupakan suatu konsep abstrak mengenai keseluruhan persyaratan hidup dan interaksiorganisme dalam habitatnya. Dalam hal ini habitat merupakan penyedia berbagai kondisi dansumberdaya yang dapat digunakan oleh organisme sesuai dengan persyaratan hidupnya

Menurut Keindegh (1980), Relung ekologi suatu populasi atau hewan adalah statusfungsional hewan itu dalam habitat yang ditempatinya berkaitan dengan adaptasi-adaptasifisiologis, struktur/morfologi, dan pola perilaku hewan itu.
Hutchinson (1957) dalam Begon, et al. (1986) telah mengembangkan konsep relungekologi multidimensi (dimensi-n atau hipervolume). Setiap kisaran toleransi hewan terhadapsuatu faktor lingkungan, misalnya suhu, merupakan suatu dimensi. Dalam kehidupannyahewan dipengaruhi oleh bukan hanya satu faktor lingkungan saja, melainkan banyak faktor lingkungan secara simultan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi atau membatasikehidupan organisme bukan hanya kondisi lingkungan, seperti suhu, cahaya, kelembaban,salinitas, tetapi juga ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan hewan (makanan dan tempatuntuk membuat sarang bagi hewan dan nutrien bagi tumbuhan).

Selanjutnya Hutchinson membagi konsep relung menjadi relung fundamental danrelung yang terealisasikan. relung fundamental menunjukkan potensi secara utuh kisarantoleransi hewan terhadap faktor lingkungan, yang hanya dapat diamati dalam laboratoriumdengan kondisi lingkungan terkendali. Relung terealisasi adalah status fungsional yang benar- benar ditempati dalam kondisi alami,dengan beroperasinya banyak faktor lingkungan, sepertiinteraksi faktor, kehadiran pesaing, predator dsb. Dibandingkan dengan kisaran relungfundamental, kisaran dari relung yang terealisasikan itu pada umumnya lebih sempit, karenatidak seluruhnya dari potensi hewan dapat diwujudkan, tentunya karena pengaruh dari beroperainya berbagai kendala dari lingkungan

Dua spesies hewan atau lebih yang hidup bersama dalam satu habitat dikatakan berkohabitasi atau berkoeksistensi. Hewan-hewan yang berkoeksistensi biasanya memilkikeserupaan dalam kisaran toleransi dan preferendum terhadap faktor lingkungan dalamhabitat, bahkan mungkin juga memiliki keserupaan dalam jenis sumber daya yangdibutuhkan. Berdasarkan konsep relung ekologi multidimensi, hal ini berarti antara kedua populasi tersebut memiliki keselingkupan relung atau beberapa dimensi. Jika dalam suatusaat jumlah sumber daya yang dibututhkan terbatas maka akan terjadi persaingan


Pengertian Habitat

Setiap populasi mahluk hidup menempati habitat atau biotop tertentu.Habitat suatu populasi hewan pada dasarnya menunjukkan totalitas dari corak lingkungan yang ditempati populasi itu,termasuk faktor-faktor abiotik berupa ruang,tipe substratum atau medium yangditempati,cuaca dan iklimnya serta vegetasinya

Macam-macam Habita

Secara garis besar dikenal empat tipe habitat utama yakni: daratan,perairantawar,perairan payau,dan estuaria serta perairan bahari/laut. Masing-masing kategori utamaitu dapat dipilah-pilahkan lagi tergantung corak kepentingannya,mengenai aspek yang ingindiketahui.Dari sudut pandang dan kepentingan populasi-populasi hewan yangmenempatinya,pemilihan tipe-tipe habitat itu terutama didasarkan pada segi variasinyamenurut waktu dan ruang

Berdasarkan variasi habitat menurut waktu,dapat dikenal 4 macam habitat

  1. Habitat yang konstan, yaitu suatu habitat yang kondisinya terus-menerusrelatif baik atau kurang baik
  2. Habitat yang bersifat memusim,yaitu suatu habitat yang kondisinya secara relatif teratur secara berganti-ganti antara baik dan kurang baik. 
  3. Habitat yang tidak menentu,yaitu suatu habitat yang mengalami suatu perioda dengankondisi baik yang lamanya juga bervariasi sehingga kondisinya tidak dapatdiramalkan
  4. Habitat yang efemeral  yaitu suatu habitat yang mengalami perioda kondisi baik yang berlangsung relatif singkat,diikuti oleh suatu perioda dengan kondisi yang berlangsung relatif lama sekali.
 
Berdasarkan variasi kondisi habitat menurut ruang,habitat dapat diklasifikasi menjadi 3 macam


  1. Habitat yang bersinambung,yaitu apabila suatu habitat mengandung area dengankondisi baik yang luas sekali,yang melebihi luas area yang dapat dijelajahi populsihewan penghuninya. Sebagai contoh yang luas sebagai habitat dari populasi rusa yang berjumlah 10 ekor
  2. Habitat yang terputus-putus,merupakan suatu habitat yang mengandung area dengankondisi baik letaknya berselang-seling dengan area berkondisi kurang baik,danhewan-hewan penghuninya dengan mudah dapat menyebar dari area berkondisi baik yang satu ke yang lainnya
  3. Habitat yang terisolasi,merupakan suatu habitat yang mengandung area berkondisi baik yang terbatas luasnya dan letaknya terpisah jauh dan area berkondisi baik yanglain,sehingga hewan-hewan tidak dapat menyebar untuk mencapainya,kecuali biladidukung oleh faktor kebetulan.Misal suatu pulau kecil yang dihuni oleh populasirusa.Jika makanan habis rusa tersebut tidak dapat pindah ke pulau lain.Pulau keciltersebut bukan merupakan habitat terisolasi bagi suatu populasi burung yang dapatdengan mudah pindah ke pulau lainnya,tetapi lebih cocok disebut habitat yangterputus.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar