RULENG DAN HABITAT
Pengertian
Relung
Istilah relung diluar bidang ekologi
praktis tidak dikenal. Hal ini dikarenakankonsep
relung ekologi relatif baru. Secara
umum dapat dikatakan bahwa relung ekologimerupakan suatu konsep abstrak
mengenai keseluruhan persyaratan hidup dan interaksiorganisme dalam habitatnya.
Dalam hal ini habitat merupakan penyedia berbagai kondisi dansumberdaya yang
dapat digunakan oleh organisme sesuai dengan persyaratan hidupnya
Pengertian Relung
Istilah relung diluar bidang ekologi
praktis tidak dikenal. Hal ini dikarenakankonsep
relung ekologi relatif baru. Secara
umum dapat dikatakan bahwa relung ekologimerupakan suatu konsep abstrak
mengenai keseluruhan persyaratan hidup dan interaksiorganisme dalam habitatnya.
Dalam hal ini habitat merupakan penyedia berbagai kondisi dansumberdaya yang
dapat digunakan oleh organisme sesuai dengan persyaratan hidupnya
Menurut
Keindegh (1980), Relung ekologi suatu populasi atau hewan adalah statusfungsional hewan itu dalam habitat yang ditempatinya
berkaitan dengan adaptasi-adaptasifisiologis, struktur/morfologi, dan pola perilaku
hewan itu.
Hutchinson (1957)
dalam Begon, et al. (1986) telah mengembangkan konsep relungekologi multidimensi (dimensi-n atau hipervolume). Setiap
kisaran toleransi hewan terhadapsuatu faktor lingkungan, misalnya suhu,
merupakan suatu dimensi. Dalam kehidupannyahewan
dipengaruhi oleh bukan hanya satu faktor lingkungan saja, melainkan banyak
faktor lingkungan secara simultan. Faktor lingkungan yang
mempengaruhi atau membatasikehidupan organisme bukan hanya kondisi lingkungan,
seperti suhu, cahaya, kelembaban,salinitas, tetapi juga ketersediaan sumber
daya yang dibutuhkan hewan (makanan dan tempatuntuk
membuat sarang bagi hewan dan nutrien bagi tumbuhan).
Selanjutnya
Hutchinson membagi konsep relung menjadi relung fundamental danrelung
yang terealisasikan. relung fundamental menunjukkan potensi secara utuh
kisarantoleransi hewan terhadap faktor lingkungan, yang hanya dapat diamati
dalam laboratoriumdengan kondisi lingkungan terkendali. Relung terealisasi
adalah status fungsional yang benar- benar ditempati dalam kondisi alami,dengan
beroperasinya banyak faktor lingkungan, sepertiinteraksi faktor, kehadiran
pesaing, predator dsb. Dibandingkan dengan kisaran relungfundamental, kisaran
dari relung yang terealisasikan itu pada umumnya lebih sempit, karenatidak
seluruhnya dari potensi hewan dapat diwujudkan, tentunya karena pengaruh
dari beroperainya berbagai kendala dari lingkungan
Dua
spesies hewan atau lebih yang hidup bersama dalam satu habitat dikatakan berkohabitasi atau berkoeksistensi. Hewan-hewan
yang berkoeksistensi biasanya memilkikeserupaan
dalam kisaran toleransi dan preferendum terhadap faktor lingkungan dalamhabitat, bahkan
mungkin juga memiliki keserupaan dalam jenis sumber daya yangdibutuhkan. Berdasarkan konsep relung ekologi
multidimensi, hal ini berarti antara kedua populasi tersebut memiliki keselingkupan relung atau beberapa
dimensi. Jika dalam suatusaat jumlah sumber daya yang dibututhkan terbatas maka
akan terjadi persaingan
Pengertian Habitat
Setiap populasi mahluk hidup
menempati habitat atau biotop tertentu.Habitat suatu populasi hewan pada dasarnya menunjukkan totalitas dari corak
lingkungan yang ditempati populasi itu,termasuk faktor-faktor
abiotik berupa ruang,tipe substratum atau medium yangditempati,cuaca dan
iklimnya serta vegetasinya
Macam-macam Habita
Secara garis besar dikenal empat
tipe habitat utama yakni: daratan,perairantawar,perairan payau,dan estuaria
serta perairan bahari/laut. Masing-masing kategori utamaitu dapat
dipilah-pilahkan lagi tergantung corak kepentingannya,mengenai aspek yang
ingindiketahui.Dari sudut pandang dan kepentingan populasi-populasi hewan
yangmenempatinya,pemilihan tipe-tipe habitat itu terutama didasarkan pada segi
variasinyamenurut waktu dan ruang
Berdasarkan variasi
habitat menurut waktu,dapat dikenal 4 macam habitat
- Habitat yang konstan, yaitu suatu habitat yang kondisinya terus-menerusrelatif baik atau kurang baik
- Habitat yang bersifat memusim,yaitu suatu habitat yang kondisinya secara relatif teratur secara berganti-ganti antara baik dan kurang baik.
- Habitat yang tidak menentu,yaitu suatu habitat yang mengalami suatu perioda dengankondisi baik yang lamanya juga bervariasi sehingga kondisinya tidak dapatdiramalkan
- Habitat yang efemeral yaitu suatu habitat yang mengalami perioda kondisi baik yang berlangsung relatif singkat,diikuti oleh suatu perioda dengan kondisi yang berlangsung relatif lama sekali.
Berdasarkan variasi kondisi habitat
menurut ruang,habitat dapat diklasifikasi menjadi 3 macam
- Habitat yang bersinambung,yaitu apabila suatu habitat mengandung area dengankondisi baik yang luas sekali,yang melebihi luas area yang dapat dijelajahi populsihewan penghuninya. Sebagai contoh yang luas sebagai habitat dari populasi rusa yang berjumlah 10 ekor
- Habitat yang terputus-putus,merupakan suatu habitat yang mengandung area dengankondisi baik letaknya berselang-seling dengan area berkondisi kurang baik,danhewan-hewan penghuninya dengan mudah dapat menyebar dari area berkondisi baik yang satu ke yang lainnya
- Habitat yang terisolasi,merupakan suatu habitat yang mengandung area berkondisi baik yang terbatas luasnya dan letaknya terpisah jauh dan area berkondisi baik yanglain,sehingga hewan-hewan tidak dapat menyebar untuk mencapainya,kecuali biladidukung oleh faktor kebetulan.Misal suatu pulau kecil yang dihuni oleh populasirusa.Jika makanan habis rusa tersebut tidak dapat pindah ke pulau lain.Pulau keciltersebut bukan merupakan habitat terisolasi bagi suatu populasi burung yang dapatdengan mudah pindah ke pulau lainnya,tetapi lebih cocok disebut habitat yangterputus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar