MANFAAT DAN KEPENTINAGAN EKILOGI BAGI MANUSIA
DAMPAK KETUNAGRAHITAAN TERHADAP LINGKUNGAN (KELUARGA dan MASYARAKAT)
Anak Tunagrahita yaitu anak yang memiliki kecerdasan dibawah rata-rata anak normal pada umumnya dan memiliki hambatan dalam bidang penyesuaian diri maupun interaksi sosial. Ada beberapa klasifikasi anak tunagrahita, yaitu Tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat. Dalam hal ini anak tunagrahita berat masih dapat dibedakan lagi menjadi tunagrahita berat (severe) dan tunagrahita sangat berat (profound).
Dampak ketunagrahitaan dalam lingkungan keluarga begitu terlihat. Karena lingkungan keluarga merupakan lingkungan sosial pertama bagi anak sehingga memberikan pengaruh terbesar bagi perkembangan kepribadian anak. Anak pertama kali mengidentifikasi dirinya dengan lingkungan keluarga. Anggota keluarga merupakan orang yang berarti bagi anak pada waktu dasar-dasar kepribadian anak terbentuk. Orang yang paling banyak menanggung beban akibat ketunagrahitaan adalah orang tua dan keluarga anak tersebut. Oleh karena itu dikatakan bahwa penanganan anak tunagrahita merupakan psikiatri keluarga. Keluarga anak tunagrahita berada dalam resiko, mereka menghadapi resiko yang berat. Saudara – saudara anak tersebut pun menghadapi hal –hal yang bersifat emosional. Pada saat pertama kali mengetahui bahwa anaknya mengalami ketunagrahitaan pasti semua orang tua akan merasa terpukul bahkan menyalahkan diri sendiri, mereka kadang berpendapat bahwa ada yang tidak beres dengan keturunannya. Hal itu memang benar, tapi tidak smua ketunagrahitaan disebabkan karena keturunan, karena penyebab ketunagrahitaan dapat dilihat dari factor sebelum kelahiran.
DAMPAK KETUNAGRAHITAAN DALAM HAL SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT
Anak tunagrahita adalah kondisi anak yang kecerdasannya jauh dibawah rata – rata yang ditandai oleh
keterbatasan intelejensi dan ketidak cakapan dalam interaksi social. Klasifikasi anak tunagrahita TUNAGRAHITA RINGAN Disebut juga moron atau debil. Kelompok ini memiliki IQ antara 68-62 menurut binet, sedangkan menurut skala Weschler (WISC) memiliki IQ 69-55 TUNA GRAHITA SEDANG Anak tunagrahita sedang disebut uga imbisil.kelompok ini memiliki IQ 51-36 berdasarkan skala binned sedangkan menurut skala wischler (WISC) memiliki IQ 54-40 TUNAGRAHITA BERAT Kelompok anak tunagrahita berat sering disebut idiot. kelompok dapat dibedakan lagi antara anak tunagrahita berat (severe) dan sangat berat (profound).Anak tunagrahita berat memerlukan bantuan secara total dalam hal berpakaian,mandi,makan,dll.bahkan mereka memerlukan perlindungan dari bahaya sampai sepanjang hidupnya A. Dampak ketunagrahitaaan terhadap lingkungankeluarga a) Dampak ketunagrahitaan ringan terhadap keluarga Untuk anak tunagrahita ringan dampak keberadaannya di lingkungan keluarga tidak begitu buruk. Hal itu di karenakan anak tunagrahita ringan hanya memiliki sedikit perbedaan dengan anak normal. Kemampuan sosial anak masih cukup baik,mereka masih bisa
bermain dengan anak normal lainnya, hanya saja perlua adanya sedikit bimbingan dari orang-orang terdekatnya untuk membentuk kepribadian dan cara bersosial yang bagus di masyarakat. Dampak ketunagrahitaan sedang terhadap keluarga Untuk anak tunagrahita sedang mengalami masalah pada kemampuan sosialnya. Kemampuan mereka untuk bersosialisasi sangat kurang. Kebanyakan keluarga yang baru mengalami atau baru menerima keadaan awal.
PERMASALAHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS USIA DINI
Anak berkebutuhan khusus mencakup anak yang memiliki kebutuhan khusus yang bersifat permanen akibat dari kecacatan tertentu (anak penyandang cacat) dan anak berkebutuhan khusus yang bersifat temporer. Dalam kaitannya dengan intervensi dini, permasalahan mendasar yang perlu dipahami yaitu hambatan belajar, hambatan perkembangan dan peranan lingkungan. Hambatan belajar adalah kegagalan individu dalam memproses informasi atau dalam mencapai prestasi tertentu yang memuaskan, sebagai akibat dari fakto-faktor tertentu yang mempengaruhinya. Kondisi ini, menjadikan hambatan belajar yang dialami masing-masing anak bersifat kasuistik, unik, atau khas untuk masing-masing anak. Hambatan belajar sering muncul sejak anak usia pra sekolah dan jika tidak segera diintervensi akan memberi dampak negatif dan luas dalam kelangsungan belajar mereka dikemudian hari. Hambatan perkembangan. ABK secara potensial memiliki resiko tinggi terhadap munculnya hambatan dalam berbagai aspek perkembangan baik fisik, psikologis, sosial atau bahkan dalam
totalitas perkembangan kepribadiannya. Dalam pandangan ekologi, perkembangan manusia merupakan hasil interaksi antara kekuatan internal (organisme dengan berbagai atributnya) dan kekuatan eksternal (lingkungan). Hambatan perkembangan pada ABK harus dipahami dalam konteks individu tersebut dengan lingkungan. ABK senantiasa tidak dapat melepaskan dari lingkunganya, bahkan interaksi tiada henti (intensif dan berkesinambungan) dalam suatu proses yang dinamis dan saling mempengaruhi. Hambatan perkembangan pada ABK dapat terjadi apabila dalam keseluruhan atau sebagian interaksi antara ABK dengan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar